Medan – Tim peneliti dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Potensi Utama (UPU) berhasil menyelesaikan penelitian berjudul “Pengaruh Kompensasi, Disiplin Kerja, dan Pelatihan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Rekso Nasional Food (McDonald’s Cabang Marelan).” Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan di salah satu gerai waralaba cepat saji terbesar di dunia.
Tim peneliti diketuai oleh Yogi Pratama Windi (NIM 2044000100) bersama anggota peneliti Ananda Fitriani Dewi, S.E., M.M (NIDN 0129049003). Penelitian ini didanai oleh Universitas Potensi Utama dengan total anggaran Rp12.400.000 dan berlangsung selama 6 bulan, dari April hingga September 2024.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan populasi sebanyak 30 karyawan PT. Rekso Nasional Food (McDonald’s Cabang Marelan). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, di mana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesiuner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS 25, dilengkapi uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas).
Variabel independen yang diteliti meliputi:
- Kompensasi (gaji, upah lembur, bonus)
- Disiplin Kerja (kehadiran, ketaatan aturan, penggunaan fingerprint)
- Pelatihan Kerja (SOP pelayanan, pelatihan kasir & drive thru)
Sedangkan variabel dependennya adalah Kinerja Karyawan.
Hasil Penelitian
Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial (uji t), ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan:
- Kompensasi memiliki nilai t<sub>hitung</sub> 8,099 > t<sub>tabel</sub> 2,05553 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05).
- Disiplin Kerja memiliki nilai t<sub>hitung</sub> 3,471 > t<sub>tabel</sub> 2,05553 dengan signifikansi 0,001 (< 0,05).
- Pelatihan Kerja memiliki nilai t<sub>hitung</sub> 1,791 > t<sub>tabel</sub> 2,05553 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05).
Secara simultan (uji F), ketiga variabel bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F<sub>hitung</sub> 97,079 > F<sub>tabel</sub> 3,37 dan signifikansi 0,000 (< 0,05).
Lebih lanjut, nilai Adjusted R Square sebesar 0,855 (85,5%) menunjukkan bahwa kompensasi, disiplin kerja, dan pelatihan kerja secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi kinerja karyawan sebesar 85,5%, sementara 14,5% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
Temuan Lapangan yang Menarik
Ketua tim peneliti, Yogi Pratama Windi, mengungkapkan beberapa temuan menarik di lapangan:
- Kompensasi: Masih terdapat ketidaksesuaian pemberian upah dengan UMK Kota Medan, serta kasus upah lembur yang tidak dibayarkan kepada karyawan yang menjalani overtime 2-3 jam.
- Disiplin Kerja: Masih ada karyawan yang lupa melakukan fingerprint sebanyak 4 kali (masuk, mulai istirahat, selesai istirahat, pulang), sehingga tingkat kehadiran (presentlinger) berada di bawah standar perusahaan (80-100%).
- Pelatihan Kerja: Beberapa karyawan tidak lulus verifikasi pelatihan sesuai SOP karena masa pelatihan yang padat (satu bulan) mencakup pelayanan pelanggan, cara memasak, penggunaan mesin kasir, hingga headset drive thru.
“Penelitian ini membuktikan bahwa meskipun kompensasi yang diberikan belum sepenuhnya ideal, disiplin kerja dan pelatihan yang tepat tetap mampu mendorong peningkatan kinerja karyawan. Namun, perusahaan perlu segera mengevaluasi kebijakan upah lembur dan sistem absensi fingerprint agar hak karyawan terpenuhi dan disiplin kerja semakin optimal,” ujar Yogi.
Publikasi Ilmiah
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam
Jurnal Widya Volume 5, Nomor 2, Oktober 2024, halaman 1152–1165 dengan ISSN 2746-5411 (cetak) dan ISSN 2807-5528 (elektronik). Jurnal ini dapat diakses secara daring melalui laman:
https://jurnal.amikwidyaloka.ac.id/index.php/awl
Saran Peneliti
Anggota tim peneliti, Ananda Fitriani Dewi, S.E., M.M, memberikan sejumlah rekomendasi:
- Bagi Perusahaan: Menyesuaikan target kerja dengan kapasitas karyawan, memberikan upah lembur yang transparan melalui slip gaji yang jelas, meningkatkan sistem absensi fingerprint dengan pengingat, serta mengadakan pelatihan ulang maksimal 4 kali sebulan bagi karyawan yang belum lulus verifikasi SOP.
- Bagi Peneliti Selanjutnya: Memperluas variabel penelitian (misalnya motivasi kerja, lingkungan kerja non-fisik, gaya kepemimpinan) serta mempersiapkan diri lebih matang dalam pengambilan data primer.
Kepala Program Studi Manajemen UPU, Aisyah Azhar Adam, S.E., M.M, menyampaikan apresiasi atas capaian tim peneliti. “Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi akademik yang signifikan dengan nilai determinasi 85,5%, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh perusahaan waralaba global seperti McDonald’s. Ini membuktikan bahwa mahasiswa dan dosen UPU mampu menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi dunia industri,” ujarnya.
Dengan adanya penelitian ini, Universitas Potensi Utama kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan riset unggulan yang berorientasi pada pemecahan masalah nyata di sektor bisnis dan sumber daya manusia.