Medan – Di era transformasi digital dan bisnis modern yang semakin kompleks, organisasi dituntut untuk mengelola sumber daya keuangan secara akurat dan efisien. Sistem biaya (costing system) yang dirancang dengan baik tidak hanya berperan dalam pencatatan dan alokasi biaya, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan strategis. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Potensi Utama, melakukan penelitian mendalam berbasis Systematic Literature Review (SLR) mengenai pengaruh business analytics terhadap desain sistem biaya.
Penelitian yang berlangsung selama 6 bulan pada tahun 2023 ini diketuai oleh Haervi Yunira, S.E., M.Ak., bersama tim yang terdiri dari Emi Masyitah, S.Pd., M.Ak., Nurul Izzah Lubis, S.E., M.Ak., dan Citra Windy Lubis, S.E., M.Ak. Dengan anggaran penelitian sebesar Rp12.400.000 dari pendanaan internal Universitas Potensi Utama, tim berhasil mengkaji 30 artikel dari jurnal internasional terindeks Scopus terbitan American Accounting Association, Emerald, dan Elsevier untuk periode 2010–2022.
Latar Belakang dan Peran Baru Akuntan Manajemen
Dalam lingkungan bisnis modern, sistem biaya terintegrasi harus mempertimbangkan kualitas data, kebutuhan pelaporan eksternal, penetapan biaya produk atau jasa, serta kontrol operasional dan strategis. Penelitian ini mengungkap bahwa peran dan tanggung jawab akuntan manajemen telah berevolusi secara fundamental—dari sekadar melaporkan angka historis secara keseluruhan, menjadi mengukur kinerja organisasi dan menyediakan informasi yang relevan bagi pengambilan keputusan manajemen.
"Transformasi digital, platform berbasis cloud, big data, dan alat kolaborasi jarak jauh semakin memengaruhi cara organisasi mengumpulkan, memproses, dan memanfaatkan informasi biaya. Akuntan manajemen kini dituntut untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam teknik analitis dan alat digital guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data," ujar Haervi Yunira, Ketua Tim Peneliti.
Tiga Jenis Analitik yang Mengubah Pengambilan Keputusan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tiga jenis analitik memainkan peran signifikan dalam meningkatkan kualitas keputusan organisasi:
- Descriptive Analytics (Analitik Deskriptif) – Memungkinkan perusahaan memahami apa yang telah terjadi dalam bisnis melalui agregasi data historis, sehingga dapat mengidentifikasi tren, pola, dan karakteristik yang relevan.
- Predictive Analytics (Analitik Prediktif) – Menggunakan model statistik untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, mengidentifikasi peluang dan risiko, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan proaktif.
- Prescriptive Analytics (Analitik Preskriptif) – Memberikan rekomendasi optimal untuk pengambilan keputusan strategis dengan memanfaatkan algoritma lanjutan dan model optimasi.
Penelitian ini juga menemukan bahwa perusahaan yang menerapkan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) mengalami peningkatan produktivitas sekitar 4–6% ketika skala data-driven decision making meningkat satu standar deviasi. Praktik ini juga berkorelasi dengan return on assets (ROA), return on equity (ROE), pemanfaatan aset, dan nilai pasar yang lebih tinggi.
Kerangka MADA (Managerial Accounting Data Analytics)
Salah satu kontribusi utama penelitian ini adalah pengusulan kerangka Managerial Accounting Data Analytics (MADA) yang mengintegrasikan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Kerangka ini memungkinkan akuntan manajemen menerapkan analitik data dalam lingkungan sistem enterprise dengan mengukur kinerja perusahaan dari empat perspektif utama:
- Perspektif Keuangan (Financial) – Mengukur pendapatan, laba, dan return on investment.
- Perspektif Pelanggan (Customer) – Berpusat pada kebutuhan dan kepuasan pelanggan, termasuk kualitas barang/jasa, kecepatan layanan, dan inovasi.
- Perspektif Proses Internal (Internal Process) – Mengukur efisiensi, produktivitas, kualitas, dan inovasi dalam proses operasional kunci.
- Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning & Growth) – Menekankan kemampuan organisasi untuk beradaptasi, belajar, dan berinovasi, termasuk kapabilitas karyawan, budaya organisasi, dan sistem informasi.
"Melalui penerapan analitik deskriptif, prediktif, dan preskriptif, kinerja perusahaan diukur secara komprehensif. Data analytics juga berperan penting dalam memberikan umpan balik dan memfasilitasi proses pembelajaran ketika perusahaan merancang sistem manajemen strategis berbasis teori BSC," jelas Haervi.
Distribusi Publikasi dan Kontribusi Penerbit
Dari 15 artikel yang dianalisis secara mendalam, kontribusi penerbit didominasi oleh:
- Emerald Group Publishing Ltd. – 57,14%
- Elsevier – 28,57%
- American Accounting Association – 14,2%
Mayoritas metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif (5 artikel), diikuti oleh kualitatif (4 artikel), eksperimental (4 artikel), dan literature review (2 artikel). Publikasi tertinggi terjadi pada tahun 2017 (3 artikel), sementara tahun 2020 dan 2022 masing-masing mencatatkan 3 artikel.
Keterbatasan dan Saran untuk Penelitian Selanjutnya
Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya mencakup artikel dari tahun 2017 hingga 2022. Tim peneliti merekomendasikan agar penelitian selanjutnya:
- Memperluas rentang waktu literatur yang dikaji untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam dan luas.
- Mengeksplorasi aplikasi empiris kerangka MADA di berbagai industri.
- Menganalisis kesiapan teknologi dan organisasi untuk adopsi data analytics.
- Mengembangkan model evaluasi kinerja yang lebih spesifik sesuai karakteristik industri.
- Melakukan studi kasus atau eksperimen kuantitatif untuk mengukur dampak data analytics terhadap pengambilan keputusan manajerial dan kinerja organisasi.
Kesimpulan Penelitian
Penelitian ini menegaskan bahwa data analytics telah menjadi kapabilitas krusial bagi akuntansi manajemen modern. Peran akuntan manajemen telah bergeser dari pelapor historis menjadi mitra strategis bisnis yang mampu menginterpretasi data kompleks, mengoptimalkan struktur biaya, serta mendukung penciptaan nilai pemegang saham secara berkelanjutan. Kerangka MADA yang diusulkan memberikan panduan praktis bagi akuntan manajemen dalam memanfaatkan kekuatan analitik data di lingkungan sistem enterprise yang semakin maju.
Tentang Universitas Potensi Utama
Penelitian ini merupakan wujud komitmen Universitas Potensi Utama dalam mendorong riset-riset di bidang akuntansi manajemen dan analitik data. Dengan kolaborasi lintas disiplin, universitas terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan praktik akuntansi yang responsif terhadap tantangan era digital.