Medan – Persaingan industri minuman kekinian (food and beverage) di Kota Medan semakin ketat. Namun, apa yang membuat merek seperti Menantea mampu menarik hati konsumen, khususnya generasi muda? Sebuah tim peneliti dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Potensi Utama, melakukan studi mendalam untuk mengungkap faktor-faktor kunci di balik keputusan pembelian konsumen terhadap merek teh buah asli tersebut.
Penelitian yang berjudul “Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Menantea di Kota Medan” ini diketuai oleh mahasiswa Viona Ardin Matondang bersama dosen anggotanya, Taufiq Risal, S.T., M.M. Riset yang dibiayai oleh pendanaan internal universitas ini berhasil menyimpulkan bahwa ketiga faktor tersebut secara simultan (bersama-sama) maupun parsial (masing-masing) memiliki dampak signifikan.
Ketua Peneliti, Viona Ardin Matondang, menjelaskan bahwa fenomena konsumsi minuman kekinian yang meningkat pesat di kalangan pelajar dan mahasiswa Medan menjadi latar belakang utama penelitian ini. "Menantea hadir dengan inovasi teh dan buah asli serta didukung oleh brand ambassador terkenal seperti Jerome Polin. Namun, di tengah gempuran kompetitor seperti Chatime atau Kopi Kenangan, kami ingin mengetahui secara ilmiah apa yang paling mempengaruhi keputusan mahasiswa di Medan untuk membeli Menantea," ujar Viona dalam rilis resmi yang diterima tim humas, Rabu (25/9).
Penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif ini melibatkan 120 responden di Kota Medan. Hasil analisis data yang dilakukan tim peneliti menghasilkan temuan-temuan penting:
- Kualitas Produk Berbicara: Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai Thitung yang diperoleh sebesar 2,616, lebih besar dari Ttabel (1,980). Artinya, semakin baik daya tahan, keandalan, dan cita rasa produk Menantea, semakin tinggi minat konsumen untuk membeli.
- Harga yang Kompetitif: Faktor harga menjadi pengaruh paling kuat di antara ketiga variabel. Dengan nilai Thitung sebesar 5,899 > 1,980, tim peneliti menyimpulkan bahwa konsumen Medan sangat sensitif terhadap harga. Strategi penetapan harga yang sesuai dengan kualitas dan nilai yang dirasakan konsumen menjadi kunci utama mendorong keputusan pembelian.
- Kekuatan Brand Image: Dukungan selebritas dan promosi media sosial membentuk citra merek (brand image) yang positif. Hasil penelitian membuktikan bahwa brand image berpengaruh signifikan dengan nilai Thitung 3,126 > 1,980. Citra merek yang kuat mampu menumbuhkan kepercayaan dan preferensi, bahkan di tengah banyaknya pilihan.
Lebih lanjut, anggota tim peneliti, Taufiq Risal, S.T., M.M., menambahkan bahwa secara simultan, ketiga variabel ini memiliki pengaruh yang sangat signifikan. Berdasarkan uji F, diperoleh nilai Fhitung sebesar 23,858, jauh di atas Ftabel (2,45).
"Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa untuk memenangkan persaingan, sebuah merek tidak bisa hanya mengandalkan satu faktor. Di Medan, kombinasi antara produk yang berkualitas, harga yang pas di kantong, serta citra merek yang keren dan dekat dengan anak muda adalah resep jitu untuk mendongkrak keputusan pembelian," jelas Taufiq.
Dari hasil koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,382, diketahui bahwa 38,2% variasi keputusan pembelian dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, dan brand image, sementara sisanya 61,8% dipengaruhi oleh faktor lain seperti promosi, lokasi toko, dan kualitas pelayanan.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil riset, tim dari Universitas Potensi Utama memberikan beberapa rekomendasi strategis bagi manajemen Menantea dan pelaku usaha F&B lainnya:
- Inovasi Berkelanjutan: Terus tingkatkan kualitas dan inovasi rasa produk serta jaga konsistensi mutu.
- Strategi Harga yang Adaptif: Pertahankan keseimbangan antara harga dan nilai manfaat. Strategi penetapan harga yang tepat akan memenangkan persaingan.
- Penguatan Citra Merek: Manfaatkan media sosial dan brand ambassador secara kreatif untuk memperkuat citra positif merek di mata generasi muda.
Penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi bahan evaluasi bagi korporasi, tetapi juga menjadi referensi akademik yang bermanfaat bagi mahasiswa dan praktisi pemasaran di Sumatera Utara.
Ketua Program Studi Manajemen, Aisyah Azhar Adam, S.E., M.M., menyampaikan apresiasinya. "Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa dan dosen Universitas Potensi Utama tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga aktif melakukan riset terapan yang relevan dengan dinamika bisnis kekinian. Kami bangga dengan capaian tim peneliti ini."
Tentang Peneliti:
- Ketua: Viona Ardin Matondang (Mahasiswa Manajemen)
- Anggota: Taufiq Risal, S.T., M.M. (Dosen Manajemen)
Riset ini dilaksanakan selama 6 bulan pada tahun 2024 dengan skema pendanaan internal dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama.
--- Akhir Naskah ---
5. LAPORAN (Ari Prabowo) - Analisis Brand Trust Sales Promotion Shopping Emotion Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Brand Fashion UNIQLO.pdf
PDF 2.03MB
Berdasarkan laporan penelitian yang Anda berikan, berikut adalah naskah berita untuk website Universitas Potensi Utama mengenai kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa tentang UNIQLO.
Naskah Berita: Website Universitas Potensi Utama
Judul Berita: Riset Universitas Potensi Utama: Brand Trust, Promosi, dan Emosi Belanja Dorong Keputusan Pembelian UNIQLO
Tanggal Terbit: Medan, 21 Oktober 2024
Oleh: Tim Humas Universitas Potensi Utama
Medan – Di tengah ketatnya persaingan industri fashion global, apa yang membuat konsumen, khususnya generasi muda, akhirnya memutuskan untuk membeli suatu produk? Tim peneliti dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Potensi Utama, melakukan riset mendalam untuk mengungkap faktor-faktor kunci di balik keputusan pembelian konsumen terhadap brand fashion asal Jepang, UNIQLO.
Penelitian yang berjudul
"Analisis Brand Trust, Sales Promotion, Shopping Emotion Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Brand Fashion UNIQLO" ini diketuai oleh mahasiswa Mei Krisniati Gulo bersama dosen anggota, Ari Prabowo, S.E.,
M.Si. Riset yang dibiayai oleh pendanaan internal universitas ini melibatkan 150 responden mahasiswa Universitas Potensi Utama Medan.
Ketua Peneliti, Mei Krisniati Gulo, menjelaskan bahwa fenomena perdagangan bebas dan persaingan brand internasional menjadi latar belakang utama penelitian ini.
"Di era globalisasi, konsumen dihadapkan pada begitu banyak pilihan. UNIQLO sebagai brand global harus mampu memahami apa yang sebenarnya dicari konsumen. Kami ingin melihat secara ilmiah apakah kepercayaan pada merek (brand trust), promosi penjualan (sales promotion), dan emosi saat berbelanja (shopping emotion) benar-benar memengaruhi keputusan mahasiswa di Medan untuk membeli produk UNIQLO," ujar Mei.
Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 25. Hasilnya menunjukkan temuan yang sangat menarik:
1. Brand Trust Jadi Faktor Paling Dominan
Berbeda dengan beberapa penelitian lain, riset ini justru menemukan bahwa Brand Trust (kepercayaan terhadap merek) memiliki pengaruh paling besar terhadap keputusan pembelian. Dengan nilai Thitung sebesar 9,109 > 1,655 dan koefisien regresi 0,653 (atau 65,3%), ini berarti semakin tinggi kepercayaan konsumen terhadap UNIQLO, semakin besar pula keputusan mereka untuk membeli.
2. Promosi Penjualan Tetap Penting
Variabel Sales Promotion juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai Thitung 1,988 > 1,655. Diskon, penawaran khusus, dan program promosi lainnya mampu menarik minat beli konsumen, terutama di segmen mahasiswa yang sensitif terhadap nilai (value for money).
3. Emosi Berbelanja Tak Bisa Diabaikan
Shopping Emotion atau emosi saat berbelanja juga menjadi faktor pendorong yang signifikan dengan nilai Thitung 6,140 > 1,655. Suasana toko yang nyaman, pelayanan yang ramah, dan tampilan produk yang menarik mampu menciptakan pengalaman emosional positif yang mendorong konsumen untuk segera memutuskan pembelian.
Anggota tim peneliti, Ari Prabowo, S.E.,
M.Si., menambahkan bahwa secara simultan (bersama-sama), ketiga variabel ini memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap keputusan pembelian.
"Hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung sebesar 311,759, jauh di atas Ftabel (2,57). Yang lebih mencengangkan, nilai koefisien determinasi atau Adjusted R Square mencapai 0,862. Artinya, 86,2% variasi keputusan pembelian konsumen UNIQLO dapat dijelaskan oleh ketiga faktor ini. Hanya 13,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti harga, kualitas produk, atau citra merek," jelas Ari Prabowo.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil riset, tim dari Universitas Potensi Utama menyimpulkan bahwa:
- Brand Trust (Kepercayaan Merek) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
- Sales Promotion (Promosi Penjualan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
- Shopping Emotion (Emosi Belanja) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
- Ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen UNIQLO.
Saran untuk Penelitian Selanjutnya:
Peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas variabel penelitian dengan menambahkan faktor lain seperti brand image, perceived quality, atau customer satisfaction agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumen terhadap produk fashion. Penelitian berikutnya juga dapat menggunakan metode kualitatif atau mixed methods untuk menggali lebih dalam persepsi dan motivasi konsumen.
Ketua Program Studi Manajemen, Aisyah Azhar Adam, S.E., M.M., menyampaikan apresiasinya. "Riset ini membuktikan bahwa mahasiswa dan dosen Universitas Potensi Utama mampu melakukan penelitian yang relevan dengan dinamika bisnis global. Temuan bahwa brand trust menjadi faktor paling dominan adalah wawasan berharga bagi pelaku industri fashion."
Tentang Peneliti:
- Ketua: Mei Krisniati Gulo (Mahasiswa Manajemen, NIM: 2044000076)
- Anggota: Ari Prabowo, S.E., M.Si (Dosen Manajemen, NIDN: 0109029702)
Riset ini dilaksanakan selama 6 bulan pada tahun 2024 dengan skema pendanaan internal dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama, dengan total biaya sebesar Rp14.700.000.