Medan – Universitas Potensi Utama terus berkomitmen dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, tim dosen universitas menggelar Pendampingan Manajerial UMKM Depot Air Isi Ulang: Inovasi Pemasaran Digital dan Efisiensi Proses Bisnis pada Senin, 16 Juni 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM depot air minum isi ulang.
Tim pelaksana PKM dari Universitas Potensi Utama terdiri dari para akademisi berpengalaman, yaitu:
- Aisyah Azhar Adam, S.E., M.M.
- Kartika Sari Lubis, S.E., M.Sc.
- Yuli Arnida Pohan, S.Kom., M.M.
- Dr. Yusriadi, S.E., M.M.
- Alda Deviana
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh dua permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMKM depot air isi ulang:
- Bagaimana kondisi manajerial pelaku UMKM depot air isi ulang dalam mengelola usaha agar dapat berjalan secara efektif dan efisien?
- Bagaimana bentuk pendampingan dan pelatihan yang tepat untuk meningkatkan keterampilan manajerial, efisiensi operasional, serta pemasaran digital pada UMKM depot air isi ulang?
Adapun tujuan utama dari dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah:
- Meningkatkan kemampuan manajerial pelaku UMKM depot air isi ulang agar mampu mengelola usaha secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
- Memberikan pendampingan berkelanjutan agar pelaku UMKM mampu menerapkan keterampilan manajerial, efisiensi operasional, dan pemasaran digital dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi teori dasar yang bersifat praktis dan aplikatif, mencakup tiga aspek utama:
- Strategi promosi digital (Google Maps, WhatsApp Business, desain banner)
- Manajemen distribusi layanan (pengelolaan waktu, efisiensi rute pengantaran)
- Pencatatan keuangan harian sederhana menggunakan aplikasi gratis
Berdasarkan wawancara, tanya jawab, serta pengamatan langsung selama kegiatan berlangsung, diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Kondisi Awal (Pretest)
- Sebagian besar peserta (80%) belum mengetahui cara memanfaatkan fitur digital seperti Google Maps dan WhatsApp Business sebagai alat promosi dan komunikasi dengan pelanggan.
- Dalam aspek pengelolaan keuangan, 90% peserta belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang rutin, dan sebagian besar masih mengandalkan ingatan pribadi dalam memantau pemasukan dan pengeluaran. Hal ini menunjukkan lemahnya literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM, yang berdampak pada rendahnya kemampuan mereka dalam mengelola arus kas dan merencanakan keuangan usaha secara berkelanjutan.
2. Hasil Pelatihan Pemasaran Digital
- Setelah diberikan pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif, seluruh peserta (100%) berhasil membuat akun Google Bisnisku dan WhatsApp Business, serta mulai mengunggah informasi dasar terkait usaha mereka seperti nama depot, alamat, jam operasional, dan nomor kontak yang dapat dihubungi. Beberapa peserta juga menambahkan foto tempat usaha dan testimoni pelanggan.
3. Hasil Pelatihan Efisiensi Operasional
- Peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mengatur rute pengantaran air galon secara lebih efisien berdasarkan segmentasi wilayah pelanggan. Sebelumnya, proses antar galon dilakukan tanpa perencanaan yang sistematis, sehingga sering terjadi pemborosan waktu, tenaga, dan bahan bakar. Melalui pendekatan pembagian area dan penjadwalan ulang pengantaran, para pelaku usaha mulai memahami pentingnya manajemen waktu dan logistik dalam meningkatkan efisiensi proses bisnis.
4. Hasil Pelatihan Pencatatan Keuangan
- Setelah sesi pelatihan akuntansi mikro menggunakan aplikasi gratis seperti BukuWarung, seluruh peserta mulai menerapkan pencatatan harian pemasukan dan pengeluaran secara digital.
Berdasarkan hasil analisis kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan, tim PKM Universitas Potensi Utama menyimpulkan sebagai berikut:
- Pemasaran Digital – Seluruh mitra berhasil membuat dan mengaktifkan akun Google Bisnisku dan WhatsApp Business, yang sebelumnya belum dimanfaatkan sebagai media promosi.
- Efisiensi Operasional – Peserta mulai menerapkan strategi pengantaran galon berdasarkan pembagian wilayah untuk menghemat waktu dan biaya distribusi.
- Pencatatan Keuangan – Seluruh peserta mulai mencatat transaksi harian menggunakan aplikasi gratis seperti BukuWarung, setelah sebelumnya tidak memiliki sistem pencatatan sama sekali.
- Profesionalisme Usaha – Pelaku UMKM menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya inovasi manajerial dan penggunaan teknologi digital dalam menunjang keberhasilan bisnis
Universitas Potensi Utama berkomitmen untuk terus hadir mendampingi pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi digital dan praktik manajerial modern. Dengan meningkatnya kapasitas manajerial, efisiensi operasional, dan pemanfaatan pemasaran digital, diharapkan depot air isi ulang di Sumatera Utara dapat semakin profesional, kompetitif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pasar.