Medan – Sumber daya manusia merupakan unsur vital dalam mencapai tujuan organisasi. Keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada kontribusi karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. Namun, PT. Jasa Marga Tol Road Operator Ruas Belmera Medan menghadapi tantangan serius berupa tingginya tingkat turnover intention (niat karyawan untuk keluar) yang tercermin dari data tiga tahun terakhir: 28% pada tahun 2020, 35% pada tahun 2021, dan 30% pada tahun 2022—angka yang jauh di atas batas ideal turnover tahunan sekitar 10%.
Menjawab permasalahan tersebut, tim peneliti dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Potensi Utama, melakukan penelitian mendalam untuk mengkaji pengaruh kepuasan kerja dan pengembangan karir terhadap turnover intention di perusahaan tersebut.
Penelitian yang berlangsung selama 6 bulan pada tahun 2023 ini diketuai oleh Enjoel Sitanggang (mahasiswa) bersama anggota peneliti Tika Nirmala Sari, S.E., M.M. , dosen Program Studi Manajemen. Dengan anggaran penelitian sebesar Rp14.800.000 dari pendanaan internal Universitas Potensi Utama, tim berhasil mengungkap faktor-faktor kunci yang mempengaruhi niat karyawan untuk keluar dari perusahaan.
Latar Belakang dan Permasalahan
Berdasarkan observasi awal, ditemukan sejumlah permasalahan mendasar. Kontrak kerja yang dibuat sepihak tanpa sosialisasi menjadi pemicu utama ketidakpuasan karyawan. Awalnya kontrak dapat mencapai 2-3 tahun, namun sejak tahun 2021 diubah menjadi 3-6 bulan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Dari hasil wawancara dengan Ibu Dara selaku Senior Officer di PT. Jasa Marga Tol Road Operator Ruas Belmera, diketahui bahwa tingginya turnover karyawan disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap jabatan dan ketidakpuasan terhadap kontrak kerja. Karyawan merasa tidak puas atas jabatan yang diberikan, promosi jabatan yang tidak jelas, dan pembagian kelompok kerja yang tidak sesuai dengan keterampilan yang dimiliki," ujar Tika Nirmala Sari, anggota tim peneliti.
Selain itu, dari sisi pengembangan karir, karyawan tidak mendapatkan peningkatan karir yang baik. Tidak ada pengangkatan jabatan meskipun karyawan sudah bekerja cukup lama, sementara pendidikan dan pelatihan yang menjadi penunjang pengembangan karir juga tidak berjalan optimal.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dan sampel jenuh diambil dari seluruh karyawan PT. Jasa Marga Toll Road Operator Ruas Belmera Medan yang berjumlah 113 orang.
Variabel yang diteliti meliputi:
- Kepuasan Kerja (X1) – Keadaan emosional yang dirasakan karyawan terhadap pandangan pekerjaannya, apakah menyenangkan atau tidak menyenangkan (Oamen, 2020). Faktor yang mempengaruhi meliputi gaji/kompensasi, lingkungan kerja, hubungan antar rekan kerja dan atasan, gaya kepemimpinan, serta kesempatan pengembangan karir.
- Pengembangan Karir (X2) – Usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai kebutuhan pekerjaan melalui pendidikan dan pelatihan (Hasibuan dalam Supomo, 2018).
- Turnover Intention (Y) – Kecenderungan atau niat karyawan untuk berhenti bekerja dari pekerjaannya, mencakup berpikir untuk keluar, mencari pekerjaan baru, dan membandingkan pekerjaannya (Astiti, 2020).
Hasil Penelitian
Setelah melalui serangkaian uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), analisis regresi linear berganda, uji parsial (t), uji simultan (F), dan uji koefisien determinasi, tim peneliti memperoleh temuan sebagai berikut:
1. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention
Hasil uji t menunjukkan nilai thitung 6,987 > ttabel 1,981 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Semakin tinggi kepuasan kerja, justru semakin tinggi pula niat karyawan untuk keluar—sebuah temuan yang menarik dan kontraintuitif.
Penjelasan atas temuan ini terungkap dari data tingkat pencapaian responden. Mayoritas karyawan merasa puas hanya pada aspek rekan kerja (pernyataan "Saya menikmati bekerja di sini karena teman-teman yang menyenangkan"), namun merasa sangat tidak puas dengan sistem promosi. Ketidakpuasan terhadap promosi inilah yang mendorong niat untuk keluar, meskipun aspek relasi dengan rekan kerja terasa menyenangkan.
"Faktor kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya akan sangat berdampak pada perusahaan. Perilaku yang dapat timbul dari ketidakpuasan dalam pekerjaan dapat bermacam-macam seperti tidak masuk atau membolos, datang terlambat, bahkan keluar dari pekerjaannya. Tentu saja, perilaku tersebut dapat mengganggu efektivitas dan produktivitas perusahaan," jelas tim peneliti.
2. Pengaruh Pengembangan Karir terhadap Turnover Intention
Hasil uji t untuk variabel pengembangan karir juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Mayoritas responden sangat setuju dengan pernyataan "Prestasi kerja yang dimiliki karyawan dapat meningkatkan jenjang karir di perusahaan"—namun pada praktiknya, masih banyak karyawan yang belum mendapatkan promosi meskipun sudah bekerja cukup lama.
Ketidaksesuaian antara harapan dan realita inilah yang mendorong niat karyawan untuk keluar. Pengembangan karir yang tidak berjalan dengan baik, tidak adanya pengangkatan jabatan, serta tidak meratanya kesempatan promosi menjadi pemicu utama.
"Pengembangan karir memiliki eksistensi yang sangat besar bagi perusahaan pemerintahan. Apabila perusahaan tidak melakukan pengembangan karir, maka perusahaan tidak akan dapat melakukan peningkatan pembinaan karir. Pendidikan merupakan salah satu penunjang pengembangan karir yang akan membuat karyawan mendapatkan jabatan yang lebih baik," tegas tim peneliti.
3. Pengaruh Simultan Kepuasan Kerja dan Pengembangan Karir
Uji-F membuktikan bahwa secara bersama-sama (simultan), kepuasan kerja dan pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention pada PT. Jasa Marga Tol Road Operator Ruas Belmera Medan. Kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan niat karyawan untuk keluar dalam aspek: berpikir untuk keluar, mencari pekerjaan baru, dan membandingkan pekerjaannya.
Kesimpulan Penelitian
- Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Karyawan yang tidak puas dengan sistem promosi cenderung memiliki niat keluar yang tinggi, meskipun aspek rekan kerja terasa menyenangkan.
- Pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Ketidakjelasan promosi jabatan dan tidak meratanya kesempatan pengembangan karir mendorong karyawan untuk mencari pekerjaan lain.
- Secara simultan, kepuasan kerja dan pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention.
Rekomendasi Strategis untuk PT. Jasa Marga Ruas Belmera Medan
Berdasarkan temuan penelitian, tim peneliti memberikan sejumlah rekomendasi:
- Meningkatkan transparansi dan keadilan sistem promosi jabatan – Promosi sebaiknya didasarkan pada kinerja dan prestasi kerja, serta disosialisasikan dengan jelas kepada seluruh karyawan.
- Meninjau ulang sistem kontrak kerja – Kontrak kerja yang terlalu singkat (3-6 bulan) perlu dievaluasi agar karyawan memiliki rasa aman dan komitmen jangka panjang terhadap perusahaan.
- Membangun komunikasi yang baik antara manajemen dan karyawan – Setiap perubahan kebijakan perlu disosialisasikan dengan baik agar dapat dipahami dan diterima secara positif oleh seluruh pihak.
- Menyusun program pengembangan karir yang terstruktur dan berkesinambungan – Perusahaan perlu memiliki program pembinaan karir yang jelas, termasuk pelatihan, pendidikan, dan jenjang promosi yang transparan.
- Meningkatkan kepuasan kerja secara menyeluruh – Perusahaan perlu memperhatikan tidak hanya aspek rekan kerja, tetapi juga aspek kompensasi, pengawasan, dan peluang promosi secara adil.
Tentang Universitas Potensi Utama
Penelitian ini merupakan wujud komitmen Universitas Potensi Utama dalam mendorong riset terapan di bidang manajemen sumber daya manusia. Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam penelitian ini juga menjadi bukti nyata sinergi akademik yang produktif di lingkungan Universitas Potensi Utama.