Medan – Persaingan di industri makanan cepat saji (fast food) di Kota Medan semakin ketat seiring dengan gaya hidup masyarakat urban yang dinamis dan mobilitas tinggi. Di tengah persaingan tersebut, Fritto Chicken—salah satu pelaku usaha lokal yang didirikan pada tahun 2020—mencatat pertumbuhan penjualan signifikan dari Rp10,8 miliar (2020) menjadi Rp27,7 miliar (2022). Namun, peningkatan penjualan ternyata tidak serta-merta mencerminkan kepuasan konsumen yang optimal. Menjawab tantangan ini, tim peneliti dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Potensi Utama, melakukan kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen Fritto Chicken.
Penelitian yang berlangsung selama 6 bulan pada tahun 2024 ini diketuai oleh M. Syachdan Azhari (mahasiswa) bersama anggota peneliti Austin Alexander Parhusip, S.E., M.M. , dosen Program Studi Manajemen. Dengan anggaran penelitian sebesar Rp11.800.000 dari pendanaan internal Universitas Potensi Utama, tim berhasil mengungkap temuan menarik tentang pengaruh kualitas pelayanan, store atmosphere, dan lokasi terhadap kepuasan konsumen.
Latar Belakang dan Permasalahan
Seiring pertumbuhan pesat Fritto Chicken, masih ditemukan sejumlah keluhan konsumen. Dalam aspek kualitas pelayanan, beberapa konsumen merasa kecepatan dan ketepatan pelayanan belum optimal. Dari sisi store atmosphere, konsumen mengeluhkan ketidaknyamanan seperti ruangan yang panas. Sementara dari aspek lokasi, tempat parkir yang kurang luas menjadi kendala utama yang perlu segera ditangani.
"Kepuasan konsumen adalah perasaan akan kebutuhan yang terpenuhi berdasarkan perbandingan antara kinerja produk atau layanan dengan harapan sebelumnya. Apabila harapan pelanggan tercapai atau melebihi ekspektasi, pelanggan akan merasa puas dan cenderung melakukan pembelian berulang serta menyebarkan informasi positif," ujar Austin Alexander Parhusip, anggota tim peneliti.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi konsumen Fritto Chicken di wilayah Kota Medan. Pengambilan sampel menggunakan rumus Lemeshow dengan total 100 responden. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner/angket, dan observasi.
Variabel yang diteliti meliputi:
- Kualitas Pelayanan – Upaya penyampaian jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaian untuk mengimbangi harapan pelanggan (Tjiptono, 2010). Dimensi yang diukur meliputi tangibles (berwujud), reliability (kehandalan), assurance (jaminan), responsiveness (cepat tanggap), dan empathy (empati).
- Store Atmosphere – Keadaan atau situasi yang diciptakan untuk menarik minat konsumen, mencakup arsitektur, tata letak, pencahayaan, pemajangan, warna, temperatur, musik, dan aroma (Kotler, 2018; Meldarianda, 2010).
- Lokasi – Aktivitas pemasaran yang memperlancar penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, termasuk kemudahan akses fisik, jangkauan, dan biaya (Tjiptono, 2015).
- Kepuasan Konsumen – Perasaan senang atau kecewa yang berasal dari perbandingan antara kesan terhadap kinerja suatu produk dengan harapannya (Maulana, 2016).
Hasil Uji Instrumen dan Asumsi Klasik
Seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid (r hitung > r tabel) dan reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha di atas 0,60 (kualitas pelayanan 0,625; store atmosphere 0,635; lokasi 0,665; kepuasan konsumen 0,669).
Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi 0,187 > 0,05, artinya data residual berdistribusi normal. Uji multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance > 0,1 dan VIF < 10, sehingga tidak terjadi korelasi berlebihan antar variabel bebas. Uji heteroskedastisitas Glejser menghasilkan nilai signifikansi masing-masing variabel > 0,05, menandakan tidak terjadi heteroskedastisitas.
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Persamaan regresi yang diperoleh: Y = 10,337 - 0,039X1 + 0,082X2 + 0,266X3
Interpretasi:
- Kualitas Pelayanan (X1) memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan konsumen (koefisien -0,039)
- Store Atmosphere (X2) memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (koefisien 0,082)
- Lokasi (X3) memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen dengan koefisien 0,266 (paling kuat)
Uji Parsial (Uji-t) – Temuan Penting
VariabelthitungttabelSignifikansiKesimpulanKualitas Pelayanan | -0,384 | 1,66 | 0,701 > 0,05 | Negatif & Tidak Signifikan
Store Atmosphere | 0,757 | 1,66 | 0,451 > 0,05 | Positif & Tidak Signifikan
Lokasi | 2,806 | 1,66 | 0,006 < 0,05 | Positif & Signifikan
Hasil ini menunjukkan bahwa hanya variabel lokasi yang terbukti secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen Fritto Chicken.
Uji Simultan (Uji-F)
Uji-F menghasilkan Fhitung 3,235 > Ftabel 2,70 dengan nilai signifikansi 0,026 < 0,05. Artinya, kualitas pelayanan, store atmosphere, dan lokasi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.
Koefisien Determinasi (Adjusted R Square)
Nilai Adjusted R Square sebesar 0,063 atau hanya 6,3% variasi kepuasan konsumen dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Sisanya sebesar 93,7% dijelaskan oleh faktor lain di luar model yang tidak diteliti, seperti harga, promosi, kualitas produk, merek, pengalaman pelanggan, dan faktor psikologis lainnya.
Kesimpulan Penelitian
- Kualitas pelayanan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen Fritto Chicken di Kota Medan.
- Store atmosphere berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen Fritto Chicken di Kota Medan.
- Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen Fritto Chicken di Kota Medan.
- Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.
Rekomendasi untuk Fritto Chicken
Berdasarkan temuan penelitian, tim peneliti memberikan sejumlah rekomendasi strategis:
- Meningkatkan ketepatan dan kecepatan pelayanan – Pihak Fritto Chicken perlu memperhatikan dan mempertimbangkan perbaikan kualitas pelayanan, terutama dalam hal kecepatan dan ketepatan saat melayani konsumen, karena masih ditemukan ketidakpuasan dalam aspek ini.
- Memperbaiki kenyamanan ruangan – Konsumen merasakan ketidakpuasan terkait suasana di Fritto Chicken karena faktor ruangan yang panas. Disarankan kepada pihak Fritto Chicken untuk menambahkan alat pendingin (AC atau kipas) agar konsumen betah berada di dalam restoran dan merasakan kepuasan yang lebih tinggi.
- Mempertahankan dan meningkatkan aksesibilitas lokasi – Karena lokasi terbukti menjadi faktor paling signifikan, pihak Fritto Chicken perlu menjaga kemudahan akses, memperluas area parkir yang saat ini masih kurang luas, serta memastikan lokasi strategis yang mudah dijangkau konsumen.
- Pengembangan model penelitian lebih lanjut – Dengan nilai Adjusted R Square hanya 6,3%, peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti harga, promosi, kualitas produk, citra merek, dan pengalaman pelanggan guna memahami lebih komprehensif faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen.
Tentang Universitas Potensi Utama
Penelitian ini merupakan wujud komitmen Universitas Potensi Utama dalam mendorong riset terapan di bidang manajemen pemasaran dan perilaku konsumen. Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam penelitian ini juga menjadi bukti nyata sinergi akademik yang produktif di lingkungan Universitas Potensi Utama.