Medan, Universitas Potensi Utama – Di era digital yang semakin kompetitif, kemasan produk (packaging) tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelindung barang, tetapi juga menjadi salah satu elemen utama dalam membangun citra merek dan menarik perhatian konsumen. Namun, tidak sedikit pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang masih menghadapi tantangan dalam menciptakan desain kemasan yang menarik, fungsional, dan komunikatif. Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen Universitas Potensi Utama (UPU) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Pelatihan Pembuatan Desain Packaging pada UKM Walidayna" pada Senin, 18 Juli 2022.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB ini dihadiri oleh para anggota UKM Walidayna. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang dirancang secara praktis dan aplikatif.
Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari Joko Bintarto, S.Kom.,
M.Sn; Yahya Tanjung, S.T., M.M; serta didukung oleh Ananda Wicaksono.
Rumusan Masalah
Ketua tim pelaksana, Joko Bintarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari oleh dua rumusan masalah utama yang sering dihadapi oleh pelaku UKM dalam hal pengemasan produk.
"Pertama, bagaimana tingkat pemahaman dan keterampilan pelaku UKM Walidayna dalam mendesain kemasan produk sebelum dilakukan pelatihan? Kedua, bagaimana efektivitas pelatihan pembuatan desain packaging dalam meningkatkan kreativitas dan kualitas desain produk di UKM Walidayna?" ujarnya.
Kedua pertanyaan mendasar ini menjadi panduan bagi tim pengabdi dalam merancang materi dan pendekatan yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan mitra.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan pengabdian ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman dan keterampilan pelaku UKM Walidayna dalam mendesain kemasan produk sebelum pelaksanaan pelatihan. Kedua, untuk meningkatkan kemampuan desain packaging pelaku UKM Walidayna melalui pelatihan yang aplikatif dan kontekstual.
Manfaat Kegiatan
Kegiatan ini memberikan dua manfaat strategis bagi mitra. Pertama, meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UKM Walidayna dalam mendesain kemasan produk yang menarik, fungsional, dan komunikatif. Kedua, meningkatkan daya saing produk UKM Walidayna melalui kemasan yang lebih profesional, sehingga lebih mampu bersaing di pasar lokal maupun digital.
Materi dan Metode Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyampaian materi tentang desain kemasan menggunakan Modul Pelatihan untuk branding produk UKM. Tim pengabdi memberikan paparan komprehensif mengenai prinsip-prinsip desain kemasan yang efektif, mulai dari pemilihan warna, tipografi, tata letak, hingga pemahaman tentang karakteristik konsumen yang menjadi target pasar.
Pendekatan yang digunakan bersifat interaktif dan partisipatif, memungkinkan para peserta untuk bertanya, berdiskusi, serta langsung mempraktikkan pembuatan desain kemasan di bawah bimbingan tim pengabdi. Pelatihan ini juga menekankan pentingnya kemasan sebagai alat komunikasi visual yang mampu menyampaikan nilai produk kepada konsumen.
Hasil Kegiatan
Berdasarkan wawancara, tanya jawab, serta pengamatan langsung selama kegiatan pengabdian berlangsung, tim pengabdi mencatat dua hasil utama yang sangat menggembirakan.
Pertama, peserta UKM Walidayna mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam memasarkan produk-produknya secara digital, baik di media sosial maupun marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan platform e-commerce lainnya. Pemahaman ini mencakup bagaimana desain kemasan yang menarik dapat meningkatkan daya tarik produk di dunia maya.
Kedua, peserta UKM Walidayna mendapatkan peningkatan kreativitas dalam menciptakan sebuah desain produk. Pelatihan ini membuka wawasan para pelaku UKM tentang berbagai kemungkinan desain yang dapat mereka eksplorasi untuk membuat kemasan yang unik dan berkarakter.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan dua hal penting.
Pertama, peserta tidak hanya mampu memahami materi yang disampaikan, tetapi juga dapat menghasilkan desain kemasan yang layak digunakan untuk menunjang promosi produk mereka secara digital. Kemampuan aplikatif ini menjadi bekal konkret bagi UKM Walidayna untuk segera menerapkan hasil pelatihan pada produk-produk mereka.
Kedua, UKM Walidayna memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam merancang desain kemasan produk yang lebih menarik, informatif, dan sesuai dengan karakteristik konsumen. Hal ini membuka peluang bagi mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun melalui platform digital.
Dampak bagi UKM Walidayna
Kegiatan PKM ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi UKM Walidayna. Para pelaku UKM yang sebelumnya mungkin masih menggunakan kemasan sederhana atau kurang menarik, kini memiliki pemahaman dan keterampilan untuk menciptakan desain kemasan yang lebih profesional. Kemasan yang menarik tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media branding yang efektif untuk membangun citra merek di mata konsumen.
Dengan adanya pelatihan ini, UKM Walidayna kini lebih siap untuk bersaing di pasar lokal maupun digital. Desain kemasan yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk, mendorong minat beli konsumen, dan pada akhirnya meningkatkan omzet penjualan.
Komitmen UPU dalam Pengembangan UKM
Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Potensi Utama membuktikan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia. UPU tidak hanya berfokus pada pendidikan di dalam kampus, tetapi juga aktif menjadi mitra bagi para pelaku UKM dalam meningkatkan daya saing produk mereka. Dengan pelatihan desain packaging ini, diharapkan UKM Walidayna dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian lokal.