Medan – Universitas Potensi Utama terus berkomitmen dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat dan peningkatan ekonomi kreatif. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Pemanfaatan Bank Sampah untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Bank Sampah Anyelir.”
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi, sosialisasi, serta pelatihan kepada masyarakat dan pengelola Bank Sampah Anyelir mengenai pentingnya pemilahan sampah, pengelolaan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pemanfaatan sampah sebagai sumber pendapatan rumah tangga. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 23 November 2023, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dan dihadiri oleh peserta dari kelompok masyarakat dan pelaku UMKM. Tim pelaksana PKM terdiri dari Ratih Anggraini Siregar, S.E., M.Ak, dan Nur Windi Nabilah.
Latar Belakang dan Rumusan Masalah
Kota Medan menghasilkan kurang lebih 2.000 ton sampah setiap hari, dan sekitar 800 ton di antaranya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Lebih dari 1.000–1.200 ton sisanya rawan tidak tertangani. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 13 persen yang dipilah dan dikelola sejak dari rumah, padahal pemerintah menargetkan 30 persen sampah harus dikelola pada tahun 2025.
Bank Sampah hadir sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Namun, Bank Sampah Anyelir masih menghadapi berbagai kendala, antara lain:
- Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya sampah terhadap kesehatan dan lingkungan.
- Tidak adanya pemahaman tentang pemilahan sampah dan manfaat pengelolaannya.
- Minimnya pengetahuan tentang mekanisme kerja Bank Sampah, termasuk penyetoran, pencatatan, dan manfaat ekonomi.
- Rendahnya keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Berdasarkan identifikasi tim pengabdi, terdapat dua rumusan masalah utama dalam kegiatan ini, yaitu:
- Bagaimana cara agar masyarakat mampu meningkatkan perekonomiannya melalui pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan pengelola Bank Sampah?
- Bagaimana langkah yang akan dilakukan ke depan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui pengetahuan dan keterampilan tersebut?
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Adapun tujuan dari dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah:
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta pengelola Bank Sampah dalam pemilahan, pengelolaan, dan pemanfaatan sampah sehingga mampu menjalankan Bank Sampah secara mandiri dan efektif.
- Mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan sampah bernilai ekonomis serta penerapan konsep Bank Sampah sebagai sumber pendapatan rumah tangga.
Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini meliputi:
- Meningkatnya kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah, terutama dalam memilah, menyetorkan, dan memanfaatkan sampah sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
- Terbukanya peluang peningkatan pendapatan masyarakat, karena sampah yang dikelola dan disetorkan ke Bank Sampah dapat memberikan nilai ekonomi bagi rumah tangga.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, edukasi, dan pelatihan teknis. Tim pengabdi memaparkan materi tentang bahaya sampah bagi lingkungan dan kesehatan, pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah, konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta mekanisme kerja Bank Sampah yang meliputi prosedur penyetoran, pencatatan, dan pemanfaatan nilai ekonomi sampah. Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya mengenai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah sehari-hari.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif berbagi pengalaman dan menggali informasi tentang bagaimana sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diubah menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga.
Hasil yang Dicapai
Berdasarkan wawancara, tanya jawab, serta pengamatan langsung selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung, diperoleh hasil sebagai berikut:
- Masyarakat memahami cara memilah sampah dan menyetorkannya ke Bank Sampah, ditunjukkan dari meningkatnya pengetahuan peserta mengenai jenis sampah organik dan anorganik serta langkah pemilahannya.
- Pengelola dan peserta mampu memahami alur kerja Bank Sampah, termasuk mekanisme penyetoran, pencatatan, dan penilaian ekonomi sampah, sehingga dapat menjalankan operasional dasar Bank Sampah dengan lebih terstruktur.
- Masyarakat memperoleh pengetahuan tentang potensi ekonomi sampah, terutama bagaimana sampah tertentu dapat diolah atau disetor untuk menambah pendapatan rumah tangga.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Kegiatan ini didukung oleh antusiasme masyarakat dan pengelola Bank Sampah Anyelir yang aktif mengikuti sosialisasi, adanya mitra dan lokasi yang relevan sehingga materi dapat langsung dipraktikkan, serta kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan masyarakat terkait pemilahan dan pengelolaan sampah.
Namun, kegiatan ini juga menghadapi beberapa faktor penghambat, seperti rendahnya pengetahuan awal masyarakat mengenai bahaya sampah dan cara pemilahannya, terbatasnya keterampilan dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi, serta kurangnya fasilitas pendukung di Bank Sampah yang membuat proses operasional belum dapat berjalan optimal.
Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan hasil analisis kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan, tim PKM Universitas Potensi Utama menyimpulkan sebagai berikut:
- Program pengelolaan sampah mandiri melalui Bank Sampah efektif sebagai solusi untuk mengurangi volume sampah, sekaligus mendukung penerapan prinsip 3R serta membantu pengelolaan sampah kota secara lebih terintegrasi.
- Kegiatan sosialisasi dan pelatihan berjalan dengan baik dan mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, terlihat dari partisipasi aktif dan banyaknya diskusi yang terjadi, sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan pemahaman dan ekonomi rumah tangga.
- Kendala utama yang masih dihadapi adalah kurangnya dukungan langsung dari pemerintah kota, sehingga masyarakat perlu menghadapi tantangan dalam menjalankan program Bank Sampah secara mandiri.
Adapun saran untuk keberlanjutan kegiatan ini adalah:
- Perlu adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan fasilitas, regulasi pendukung, dan pendampingan berkelanjutan agar program Bank Sampah dapat berjalan lebih optimal.
- Masyarakat dan pengelola Bank Sampah disarankan untuk menjalin kemitraan dengan pelaku usaha atau pihak swasta, sehingga mekanisme penjualan sampah dan pemanfaatan produk daur ulang dapat dilakukan lebih efektif dan berkesinambungan.
- Kegiatan pelatihan lanjutan perlu dilakukan secara berkala, khususnya mengenai pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi dan peningkatan kapasitas manajemen Bank Sampah, agar masyarakat semakin mandiri dalam menjalankan program pengelolaan sampah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Potensi Utama berharap Bank Sampah Anyelir dan masyarakat sekitarnya dapat terus mengembangkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan sampah bernilai jual.