MEDAN – Universitas Potensi Utama – Era revolusi digital telah membawa perubahan yang sangat nyata dan signifikan bagi generasi muda Indonesia. Di tengah arus transformasi yang melanda berbagai aspek kehidupan, tuntutan untuk menjadi sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, serta mampu meminimalisir risiko dan tantangan menjadi keniscayaan. Dalam konteks ini, organisasi kepemudaan seperti Pemuda Muhammadiyah dituntut untuk memainkan peran sentral sebagai lokomotif perubahan.
Hal ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Potensi Utama bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Sidorame Timur, Medan. Kegiatan ini menekankan bahwa perkembangan digitalisasi bukan hanya soal teknologi, melainkan juga tentang pembentukan karakter, peningkatan leadership, manajemen kerja, manajemen waktu, serta kemampuan pengambilan keputusan yang matang.
Pemuda sebagai Pondasi Perubahan
Revolusi digital memberikan kemudahan bagi generasi muda untuk lebih aktif dan potensial. Namun, diperlukan ketekunan serta rasa percaya diri untuk membentuk karakter sejak dini. Digitalisasi yang berkembang pesat harus dimanfaatkan sebagai sarana upgrading diri menuju pribadi yang unggul, dengan menyajikan edukasi digital dan konten intelektual yang menarik, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi khalayak luas.
“Pemuda adalah pondasi penting Indonesia saat ini dan di masa depan. Mereka adalah agen regenerasi sistem baru yang memiliki kemampuan intelektual, teknis, dan konseptual, tanpa meninggalkan prinsip keislaman,” demikian salah satu poin utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pemuda Muhammadiyah Sidorame Timur: Bergerak untuk Kemaslahatan
Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Sidorame Timur yang berlokasi di Jalan Rakyat/Nuri Lor, Maninjau No.04 Medan, memiliki tiga ranting, yaitu Ranting Maninjau, Ranting Matahari, dan Ranting Melati. Dengan 14 pimpinan harian struktural dan sekitar 100 anggota, organisasi ini telah memiliki berbagai program strategis seperti santunan donasi, kegiatan kewirausahaan, pengajian rutin, bakti sosial, serta pelatihan dan seminar rutin bagi kader.
Dalam kegiatan pengabdian ini, para kader dibekali pemahaman tentang pentingnya memanfaatkan media digital seperti Instagram, WhatsApp, Facebook, Twitter, dan TikTok sebagai alat untuk berdakwah dan menyebarkan kebaikan. Pemuda modern didorong untuk menjadi kreator atau pemeran utama, bukan sekadar penonton.
“Pemuda Muhammadiyah harus mampu memfilter informasi, menolak hoaks, serta mengedepankan sikap Islami yang minim provokasi. Inovasi dan kreativitas adalah kunci untuk tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar narasumber dari tim pengabdian Universitas Potensi Utama.
Memahami Kreativitas dan Inovasi
Dalam sesi materi, dijelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan individu untuk memahami kesenjangan dan hambatan, merumuskan hipotesis baru, serta mengkomunikasikan hasilnya. Sementara inovasi adalah implementasi ide atau praktik baru yang diterima oleh kelompok tertentu. Keduanya menjadi senjata utama pemuda dalam menghadapi dilematika zaman, dengan tetap berpegang pada prinsip fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan).
Hasil dan Dampak Kegiatan
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan kader ini berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Berdasarkan hasil tanya jawab dan observasi langsung, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan, yaitu:
- Para kader/anggota Pemuda Muhammadiyah Cabang Sidorame Timur memahami perkembangan digitalisasi.
- Para kader/anggota memahami cara membentuk karakter yang inovatif dan kreatif.
Salah satu faktor pendukung utama adalah tingginya minat peserta. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu yang membuat sesi diskusi tidak dapat berlangsung lebih lama.
Kesimpulan dan Harapan
Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh hampir 25 kader dari Pemuda Muhammadiyah Cabang Sidorame Timur. Ke depan, diharapkan pelatihan serupa dapat diikuti oleh lebih banyak cabang di Kota Medan.
“Pemuda adalah harapan dunia. Dengan mentalitas yang sehat dan kemampuan kehidupan yang terdigitalisasi, mereka tidak hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga melahirkan pemikiran-pemikiran baru yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain,” tutup tim pengabdian.
Universitas Potensi Utama berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberdayakan organisasi kepemudaan dalam membangun generasi Islam yang potensial, modern, dan berakhlak mulia.