Medan – Universitas Potensi Utama terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Bertempat di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ACSB Sumut, tim dosen Universitas Potensi Utama turut serta menginisiasi penguatan hilirisasi pertanian, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal.
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 25 April 2025, mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh para petani, pelaku UMKM, pengelola desa wisata, serta pemangku kepentingan lainnya di lingkungan Sumatera Utara. Tim pelaksana PKM dari Universitas Potensi Utama terdiri dari:
- Kartika Sari Lubis, S.E., M.Sc.
- Gita Sefira Danty
Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan utama dalam pengembangan ekonomi lokal, yaitu keterbatasan nilai tambah produk pertanian, rendahnya daya saing UMKM, serta potensi desa wisata yang belum tergarap optimal. Adapun tujuan utama dari PKM ini adalah:
- Meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi, sehingga hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk olahan bernilai lebih tinggi yang mampu bersaing di pasar dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
- Merumuskan dan mengimplementasikan strategi pendampingan serta penguatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, pendampingan manajemen usaha, akses permodalan, serta perluasan jaringan pemasaran agar UMKM mampu mengatasi berbagai keterbatasan dan memiliki daya saing yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh berbagai manfaat strategis, antara lain:
- Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil pertanian melalui proses hilirisasi, sehingga mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi serta meningkatkan kesejahteraan mereka.
- Mendapatkan pendampingan, akses pelatihan, peningkatan kapasitas manajemen usaha, serta terbukanya jejaring pemasaran yang lebih luas sehingga dapat bersaing di pasar lokal, nasional, bahkan internasional.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi mencakup tiga pilar utama:
- Hilirisasi pertanian – teknik pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.
- Pemberdayaan dan pendampingan UMKM – manajemen usaha, inovasi produk, dan strategi pemasaran.
- Pengembangan desa wisata – pengelolaan potensi budaya dan kearifan lokal secara berkelanjutan.
Peserta sangat antusias mengikuti sesi demi sesi, terutama pada diskusi kelompok dan simulasi strategi pengembangan usaha.
Berdasarkan wawancara, tanya jawab, serta pengamatan langsung selama kegiatan berlangsung, diperoleh hasil sebagai berikut:
- Meningkatnya pemahaman dan keterampilan petani dalam melakukan hilirisasi produk pertanian sehingga mampu menghasilkan produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi, serta bertambahnya kapasitas pelaku UMKM dalam manajemen usaha, inovasi produk, dan strategi pemasaran.
- Meningkatnya kesadaran dan kemampuan masyarakat desa wisata dalam mengelola potensi budaya dan lokal secara berkelanjutan.
- Terbentuknya jaringan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai langkah nyata mendukung penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian.
Berdasarkan analisis terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim PKM Universitas Potensi Utama menyimpulkan:
- Program yang dilaksanakan melalui Rakernas ACSB Sumut berhasil memberikan dampak positif bagi petani, pelaku UMKM, dan masyarakat desa wisata dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran akan pentingnya hilirisasi pertanian, penguatan UMKM, dan pengelolaan potensi wisata berbasis budaya.
- Kegiatan ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, sehingga tercipta kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung kemandirian ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Universitas Potensi Utama berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Melalui sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan, hilirisasi pertanian, penguatan UMKM, dan pengembangan desa wisata dapat diwujudkan secara nyata demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.