Medan – Di era globalisasi saat ini, persaingan antar perusahaan industri semakin ketat dan lingkungan ekonomi berubah dengan cepat. Setiap pelaku usaha dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap kompetitif. Salah satu industri yang ikut meramaikan persaingan adalah industri alas kaki (footwear), yang menurut Kementerian Perindustrian merupakan sektor manufaktur andalan prioritas pemerintah karena sifatnya yang padat karya dan berorientasi ekspor, memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Potensi Utama, melakukan penelitian mendalam mengenai pengaruh lingkungan internal dan strategi inovasi terhadap kinerja perusahaan pada PT. Abul Abul Bandung—sebuah perusahaan manufaktur alas kaki yang memproduksi sepatu olahraga dan kasual dengan merek Adidas.
Penelitian yang berlangsung selama 6 bulan pada tahun 2022 ini diketuai oleh Deri Prayudi, S.E., M.M. (Universitas Kuningan), bersama anggota tim Irwan Nopian Sinaga, S.E., M.M. (STIE IBMI Medan) dan Taufiq Risal, S.T., M.M. (Universitas Potensi Utama). Dengan anggaran penelitian sebesar Rp14.540.000 dari pendanaan internal Universitas Potensi Utama, tim berhasil mengungkap temuan signifikan tentang faktor-faktor kunci peningkatan kinerja perusahaan.
Latar Belakang dan Permasalahan
PT. Abul Abul Bandung yang berlokasi di kawasan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghadapi masalah serius dalam pencapaian target produksi. Selama tahun 2018-2019, rata-rata produksi aktual hanya mencapai 94% dari target yang ditetapkan perusahaan. Kondisi ini diduga disebabkan oleh lingkungan internal yang belum optimal—masih kurangnya kesadaran dan rasa tanggung jawab karyawan terhadap tujuan perusahaan serta kurangnya pasokan bahan baku. Selain itu, kurangnya inovasi proses menyebabkan sering terjadinya kerusakan mesin selama kegiatan produksi.
"Perusahaan diharapkan mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi secara cermat seluruh variabel internalnya untuk menentukan kekuatan dan kelemahan. Analisis lingkungan internal pada dasarnya adalah upaya agar perusahaan dapat menemukan variabel atau kegiatan yang menjadi keunggulan kompetitif," ujar Taufiq Risal, anggota tim peneliti.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian adalah para pimpinan di PT. Abul Abul Bandung yang terdiri dari 6 manajer dan 29 supervisor, sehingga total sampel yang diambil adalah 35 responden (teknik sampling jenuh/sensus).
Variabel yang diteliti meliputi:
- Lingkungan Internal (X1) – Variabel (kekuatan dan kelemahan) yang ada dalam organisasi, meliputi dimensi struktur, budaya, dan sumber daya.
- Strategi Inovasi (X2) – Penciptaan strategi pertumbuhan, teknologi baru, layanan baru, cara baru dalam melakukan sesuatu, atau model bisnis yang menghasilkan nilai baru bagi konsumen. Dimensi meliputi inovasi produk, inovasi pemasaran, inovasi proses, inovasi teknis, dan inovasi administratif.
- Kinerja Perusahaan (Y) – Hasil kerja pelaku bisnis dalam periode tertentu dibandingkan dengan target, tujuan, atau kriteria yang telah disepakati. Dimensi meliputi kinerja operasional (pengurangan biaya dan limbah, peningkatan kualitas produk, pengembangan produk baru, peningkatan kinerja pengiriman, peningkatan produktivitas) dan kinerja organisasi (investasi R&D dan kapasitas perusahaan mengembangkan laba kompetitif).
Hasil Uji Instrumen dan Analisis Deskriptif
Seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid (nilai > 0,3) dan reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha: lingkungan internal 0,862, strategi inovasi 0,846, dan kinerja perusahaan 0,690 (> 0,60). Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai residual 0,200 (> 0,05), artinya data berdistribusi normal.
Analisis deskriptif menunjukkan:
- Lingkungan Internal (skor 1.196/kategori tinggi) – Indikator tertinggi adalah harapan perusahaan terhadap karyawan untuk membantu mencapai tujuan perusahaan (skor 148). Indikator terendah adalah fasilitas pabrik (skor 116), yang masih belum memadai dan perlu ditingkatkan.
- Strategi Inovasi (skor 2.172/kategori tinggi) – Indikator tertinggi adalah tingkat inovasi administrasi perusahaan dalam pembuatan laporan (skor 154). Indikator terendah adalah tingkat perusahaan dalam menciptakan kemasan baru untuk produk (skor 130), yang perlu ditingkatkan.
- Kinerja Perusahaan (skor 1.010/kategori sangat tinggi) – Indikator tertinggi adalah tingkat kemampuan perusahaan bersaing dalam bisnis (skor 154). Indikator terendah adalah peningkatan produktivitas untuk mencapai target produksi (skor 131).
Hasil Analisis Regresi dan Pengujian Hipotesis
1. Pengaruh Parsial Lingkungan Internal terhadap Kinerja Perusahaan
Nilai thitung 3,488 > ttabel 2,036 dengan signifikansi 0,001. Artinya, lingkungan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Besaran pengaruhnya adalah 0,751 atau 75,1%.
2. Pengaruh Parsial Strategi Inovasi terhadap Kinerja Perusahaan
Nilai thitung 14,738 > ttabel 2,036 dengan signifikansi 0,000. Artinya, strategi inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Besaran pengaruhnya adalah 0,956 atau 95,6%—menjadikannya faktor paling dominan.
3. Pengaruh Simultan Lingkungan Internal dan Strategi Inovasi
Uji-F menghasilkan Fhitung 484,960 > Ftabel 3,29 dengan signifikansi 0,000. Artinya, secara bersama-sama lingkungan internal dan strategi inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Koefisien Determinasi (R Square)
Nilai R Square sebesar 0,968 atau 96,8% —artinya kontribusi lingkungan internal dan strategi inovasi dalam meningkatkan kinerja perusahaan PT. Abul Abul Bandung mencapai 96,8%. Sisanya hanya 3,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,984 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel independen dan dependen.
"Hasil penelitian ini sangat mengesankan. Hampir seluruh variasi kinerja perusahaan (96,8%) dapat dijelaskan oleh lingkungan internal dan strategi inovasi. Ini membuktikan bahwa kedua faktor tersebut adalah penentu utama keberhasilan perusahaan," jelas tim peneliti.
Kesimpulan Penelitian
- Lingkungan internal, strategi inovasi, dan kinerja perusahaan di PT. Abul Abul Bandung tergolong cukup baik hingga sangat baik.
- Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan internal terhadap kinerja perusahaan.
- Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara strategi inovasi terhadap kinerja perusahaan.
- Secara simultan, lingkungan internal dan strategi inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan dengan kontribusi 96,8%.
Rekomendasi Strategis untuk PT. Abul Abul Bandung
Berdasarkan temuan penelitian, tim peneliti memberikan sejumlah rekomendasi:
- Memperkuat lingkungan internal – Perusahaan perlu meningkatkan fasilitas pabrik secara lengkap dan nyaman, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab karyawan terhadap tujuan perusahaan.
- Memperluas strategi inovasi – Perusahaan perlu meningkatkan inovasi produk, terutama dalam menciptakan kemasan baru untuk produk yang saat ini menjadi indikator terendah. Inovasi proses juga perlu ditingkatkan untuk mengurangi kerusakan mesin selama produksi.
- Meningkatkan koordinasi antar departemen – Untuk memastikan kelancaran proses operasional dan pencapaian target produksi tepat waktu.
- Investasi pada program pelatihan karyawan dan adopsi teknologi produksi yang lebih efisien – Untuk mendukung implementasi strategi inovasi, sehingga meningkatkan kinerja keseluruhan dan daya saing pasar.
- Meningkatkan produktivitas – Karena indikator peningkatan produktivitas untuk mencapai target produksi masih menjadi nilai terendah, perusahaan perlu fokus pada perbaikan aspek ini.
Tentang Universitas Potensi Utama
Penelitian ini merupakan wujud komitmen Universitas Potensi Utama dalam mendorong riset-riset terapan di bidang manajemen strategik dan operasional. Kolaborasi antar perguruan tinggi (Universitas Potensi Utama, Universitas Kuningan, dan STIE IBMI Medan) dalam penelitian ini juga menjadi bukti nyata sinergi akademik yang produktif di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.