Tebing Tinggi – Pemerintah dituntut untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerja aparatur dalam pelayanan publik. Salah satu unit pemerintahan paling dasar yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat adalah pemerintah desa. Namun, berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan tim peneliti di Kantor Desa Pergulaan, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, ditemukan sejumlah permasalahan yang mengindikasikan penurunan kinerja aparatur desa.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti lintas perguruan tinggi yang terdiri dari dosen STIE Bina Karya Tebing Tinggi, Universitas Potensi Utama, dan Universitas Simalungun, melakukan penelitian mendalam mengenai pengaruh pemberian kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja aparatur desa dengan motivasi kerja sebagai variabel pemediasi (intervening). Penelitian ini mengambil studi kasus pada aparatur Desa Pergulaan, Kecamatan Sei Rampah.
Penelitian yang berlangsung selama 6 bulan pada tahun 2023 ini diketuai oleh
Rumiris Siahaan, S.E., M.Si. (STIE Bina Karya Tebing Tinggi), bersama tim yang terdiri dari
Rakhmawati Purba, S.E., M.Si. ,
Rizki Wulanita Batubara, S.E., M.M. ,
Shofyan Roni, S.E., M.M. (Universitas Potensi Utama), dan
Pinondang Nainggolan, M.Si. (Universitas Simalungun). Dengan anggaran penelitian sebesar Rp11.800.000 dari pendanaan internal Universitas Potensi Utama, tim berhasil mengungkap temuan penting tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja aparatur desa.
Latar Belakang dan Permasalahan
Berdasarkan hasil survei awal terhadap 20 sampel aparatur Desa Pergulaan, ditemukan berbagai indikator penurunan kinerja. Sebanyak 70% responden menyatakan tidak selalu hadir 15 menit sebelum waktu kerja dimulai, 90% menyatakan tidak selalu pulang 15 menit setelah waktu yang ditentukan, dan 75% menyatakan tidak selalu menyelesaikan tugas sehari sebelum tenggat waktu.
Dari sisi motivasi kerja, sekitar 80% responden mengalami penurunan motivasi. Beban kerja yang cukup berat dan tidak mendapatkan gaji yang layak menjadi penyebab utama. Penghasilan aparatur desa dicairkan oleh pemerintah kabupaten dengan sistem sekali dalam 3 (tiga) bulan, bukan setiap bulan. Hal ini membuat aparatur desa kerap menghitung hari demi hari dengan perasaan kurang nyaman.
"Kewajiban berat Aparatur Desa adalah menampung aspirasi masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, memajukan perekonomian desa dengan menciptakan dan mengelola program untuk menghidupkan kembali perekonomian desa yang lebih baik. Berbagai program telah dibuat di desa, termasuk pembangunan jalan, listrik, bantuan untuk fakir miskin, bantuan pendidikan, yang tidak mudah bagi Aparatur Desa," ujar Shofyan Roni, anggota tim peneliti.
Dari sisi lingkungan kerja, survei awal menunjukkan bahwa 100% responden tidak memiliki pendingin ruangan (AC) di ruang kerja, 70% menyatakan lingkungan kerja bising atau kurang memiliki rasa saling menghormati antar rekan kerja, dan 60% melaporkan pencahayaan di ruang kerja kurang memadai. Kondisi fisik dan non-fisik lingkungan kerja ini mengakibatkan kinerja aparatur Desa Pergulaan terganggu—pekerjaan yang biasanya dapat diselesaikan dalam waktu singkat menjadi lebih lama.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan replikasi (mengambil indikator, variabel, dan alat analisis yang serupa dengan penelitian sebelumnya). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh aparatur Desa Pergulaan yang berjumlah 32 orang. Teknik penentuan sampel menggunakan total sampling (sensus), sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian.
Variabel yang diteliti meliputi:
- Kompensasi (X1) – Semua pendapatan dalam bentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.
- Lingkungan Kerja (X2) – Sesuatu yang ada di lingkungan pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas, seperti temperatur, kelembapan, ventilasi, penerangan, kegaduhan, kebersihan tempat kerja, dan kelengkapan alat kerja.
- Motivasi Kerja (Z) – Keinginan yang timbul dari dalam diri seseorang karena terinspirasi, terdorong, dan didorong untuk melakukan kegiatan dengan ikhlas, gembira, dan sungguh-sungguh.
- Kinerja Aparatur Desa (Y) – Hasil kerja dan tindakan yang dicapai dengan memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam jangka waktu tertentu.
Hasil Uji Instrumen
Uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan untuk setiap variabel memiliki nilai rhitung > rtabel (0,361), sehingga dinyatakan valid. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha untuk masing-masing variabel: kinerja aparatur (0,806), motivasi kerja (0,802), kompensasi (0,812), dan lingkungan kerja (0,835)—semuanya di atas 0,60, sehingga dinyatakan reliabel.
Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi 0,200 > 0,05, artinya data residual berdistribusi normal. Uji multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance > 0,10 dan VIF < 10, sehingga tidak terjadi korelasi berlebihan antar variabel bebas. Uji heteroskedastisitas Glejser menunjukkan nilai signifikansi seluruh variabel > 0,05, menandakan tidak terjadi heteroskedastisitas.
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda (Persamaan I)
Persamaan regresi I (pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap motivasi): Z = 2,941 + 0,578X1 + 0,595X2 + e
Uji parsial (t) untuk Persamaan I:
- Kompensasi (X1) terhadap Motivasi (Z) – thitung 3,242 > ttabel 2,042, signifikansi 0,003 < 0,05 → Hipotesis 1 Diterima: kompensasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja aparatur Desa Pergulaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Widiarti (2020).
- Lingkungan Kerja (X2) terhadap Motivasi (Z) – thitung 3,517 > ttabel 2,042, signifikansi 0,001 < 0,05 → Hipotesis 2 Diterima: lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja aparatur Desa Pergulaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Ndaru dkk (2022).
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda (Persamaan II)
Persamaan regresi II (pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, dan motivasi terhadap kinerja): Y = 0,022 + 0,329X1 + 0,279X2 + 0,417Z + e
Uji parsial (t) untuk Persamaan II:
- Kompensasi (X1) terhadap Kinerja (Y) – thitung 2,413 > ttabel 2,042, signifikansi 0,023 < 0,05 → Hipotesis 3 Diterima: kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur Desa Pergulaan.
- Lingkungan Kerja (X2) terhadap Kinerja (Y) – thitung 2,121 > ttabel 2,042, signifikansi 0,043 < 0,05 → Hipotesis 4 Diterima: lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur Desa Pergulaan.
- Motivasi (Z) terhadap Kinerja (Y) – thitung 2,781 > ttabel 2,042, signifikansi 0,010 < 0,05 → Hipotesis 5 Diterima: motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur Desa Pergulaan.
Uji Pemediasi (Intervening)
Hasil analisis jalur (path analysis) menunjukkan bahwa:
- Motivasi dapat memediasi hubungan antara kompensasi dengan kinerja aparatur Desa Pergulaan (Hipotesis 6 Diterima). Artinya, kompensasi yang baik akan meningkatkan motivasi kerja, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja aparatur.
- Motivasi dapat memediasi hubungan antara lingkungan kerja dengan kinerja aparatur Desa Pergulaan (Hipotesis 7 Diterima). Lingkungan kerja yang baik dan memadai akan meningkatkan motivasi kerja aparatur dalam bekerja dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja.
Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, tim peneliti menyimpulkan:
- Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja aparatur Desa Pergulaan.
- Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja aparatur Desa Pergulaan.
- Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur Desa Pergulaan.
- Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur Desa Pergulaan.
- Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur Desa Pergulaan.
- Motivasi dapat memediasi hubungan antara kompensasi dengan kinerja aparatur Desa Pergulaan.
- Motivasi dapat memediasi hubungan antara lingkungan kerja dengan kinerja aparatur Desa Pergulaan.
Rekomendasi Strategis
Berdasarkan temuan penelitian, tim peneliti memberikan sejumlah rekomendasi:
- Bagi Instansi Pemerintah Desa Pergulaan – Perlu mengupayakan usulan kepada pemerintah kabupaten yang mengeluarkan kompensasi aparatur desa agar kompensasi (gaji) diberikan setiap bulan, bukan setiap 3 bulan, sesuai dengan ketentuan bahwa gaji dibayarkan setiap bulan.
- Bagi Kantor Desa Pergulaan – Perlu segera mewujudkan permintaan penyediaan fasilitas lengkap seperti pendingin ruangan (AC) seperti kantor desa lainnya, dengan tujuan memberikan rasa nyaman untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Desa Pergulaan.
- Bagi Penelitian Selanjutnya – Disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan variabel lain, metode penelitian yang berbeda, dan alat analisis yang berbeda guna mengembangkan penelitian tentang variabel-variabel yang dapat mempengaruhi kinerja dan motivasi kerja.
Tentang Tim Peneliti
Penelitian ini merupakan wujud kolaborasi akademik yang produktif antara Universitas Potensi Utama, STIE Bina Karya Tebing Tinggi, dan Universitas Simalungun. Sinergi lintas perguruan tinggi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur desa.